Showing posts with label Kenyataan. Show all posts
Showing posts with label Kenyataan. Show all posts

Kisah Nyata Tragedi Pesawat Sukhoi

Coba baca deh kisah di bawah ini. Awalnya gue menemukan cerita ini dari artikel yang gue temukan di google dan ceritanya menyentuh sekali, silahkan di baca, kalo gak ngena berarti bukan manusia !

Nama gua Arnhenzky Arzhanka, ribet ye nama gua. Kalau begitu panggil aja Anes. Nama itu dikasih bokap gua karena dia gak sengaja mendengar nyokap gua mengandung pada saat dia sedang jalan-jalan di Rusia so.. nama gua ala-ala Rusia gitu. Umur gua sekarang 25 tahun, pekerjaan gua saat ini kuli seni atau kerennya disebut telent. Gua jalani kehidupan sebagai kuli seni ini buat nabung modal gua di masa depan untuk jadi wiraswata kayak bokap gua yang cukup sukses sebagai penjahit baju ( tailor). So, demi masa depan gua, gua kerja tanpa kenal batas waktu sampai tidur pun terkadang suka lupa waktu.

Gara-gara lupa waktu ini, gua jadi mengenal seseorang ; seseorang yang memiliki senyum terindah yang pernah gua lihat seumur hidup gua. Gua menyebutnya sebagai takdir pertama. Kisahnya dimulai saat itu ketika suatu hari, gua gak sadar ketiduran dan tiba-tiba telepon gua berbunyi.

Dengan setengah mengantuk gua angkat.

" Anes, lo dimana? " teriak menejer gua kenceng dibalik telepon


“ buruan loe ke Bali. Itu ada jadwal syuting iklan. Itu tim produksi uda di Bandara nunggui loe..”

“ lah.. emang jam berapa?” Tanya gua memperhatikan jam di kamar.

“ jam 10 pesawat.. ini uda jam 8.30. Loe belum juga boarding..”

Sumpah mampus!! gua kaget setengah mati, karena keasyikan tidur sampai lupa kalau hari ini gua harus pergi ke Bali buat syuting. Akhirnya gua, dengan langkah 1000 menembus kemacetan Jakarta dengan penuh perjuangan menuju bandara. Setiba di sana, gua sudah telat, dengan terburu-buru gua menuju pesawat. Untungnya nama gua masih dipanggil-panggil walau tersisa 10 menit lagi. Pesawat yang gua gunakan saat itu adam air. Dengan kebingungan gua menuju kabin pesawat.

Seorang perempuan cantik menyapa gua di depan pintu kabin :

“ini mas Ar..nhen.. zky Arz..hanka?”kata dia dengan kesulitan menyebut nama gua

“iya iya.. aku duduk mana ya?” Tanya gua.

“aduh hampir aja di tinggal pesawat.. buruan mas ikuti aku, penumpang uda ngamuk-gamuk neh nunggu mas.. ”kata perempuan itu.

Akhirnya dia mengantar gua ke kursi dan sialnya karena terburu-buru kaki gua tersandung kursi dan menimpa tubuh pramugari itu yang ikut terjatuh. Melihat kejadian itu pramugari-pramugari dan penumpang di deket kita ngebantu dengan cepat. Tentu aja kejadian itu membuat gua malu setengah mati. Lebih gak enak hati karena membuat sang pramugari jadi pusat perhatian. Gua mengucapkan kata maaf. Dia hanya tersenyum dan pergi. Padahal gua tau, dia pasti marah banget karena dibuat malu sama gua. Akhirnya dia ke belakang kabin dan ketua pramugari yang bertugas mengantar gua ke kursi.

“aduh mbak sorry jadi gak enak.. mata masih 5 watt neh..” kata gua.

“makanya lain kali kalau tidur pakai pakai alarm supaya gak telat..” kata pramugari itu dengan sabar.

Akhirnya dia mengantarkan gua ke tempat kursi gua. Teman-teman tim produksi bernafas lega menemukan gua di pesawat. Setelah menghela nafas. Gua tetap merasa tak enak hati karena kejadian tadi, sepanjang perjalanan menuju bali gua terus memperhatikan pramugari tadi dan memperhatikan nama di name tag miliknya dengan sembunyi-sembunyi. Namanya Nur Ilmawati. Setiap dia berjalan, gua melempar senyum dan merasa tidak enak hati karena membuat dia malu, tapi dia hanya diam tak merespon.

Sampai akhirnya, pesawat mendarat dan saat itulah terakhir gua harus pergi. Rasanya ingin mengucapkan maaf untuk terakhir kali tetapi percuma juga karena dia pasti sibuk; pikir gua. Ketika gua turun dari kabin pesawat dan bertemu dengan ketua pramugari yang menyambut kepergian tamu. Gua mengucapkan salam dan tiba-tiba dia memberikan gua sehelai tisue

“apaan ini?”

“kalau mau minta maaf, itu nomornya..”

“oh.. makasih mbak.. “kata gua.

Sepertinya semua petugas di dalam pesawat sudah tau rasa bersalah gua dan mereka memberikan kesempatan gua untuk meminta maaf dengan cara yang lucu. Setelah tiba di hotel di bali. Gua kemudian mengiriman sms kepada pramugari yang di kertas itu ditulis namanya” Ilma “

“Ilma ya.. maaf ya tadi dipesawat bikin kejadian memalukan.. merepotkan. Anes..”

Dengan kebingungan dia membalas.

“kok bisa tau nomor aku?”

“dari senior kamu gapapa kan, dimaafin gak?”

“dimaafkan kok. Kan dalam ajaran agama, memaafkan itu amal ibadah..”

Mendengar kalimat itu gua merasa lega. Kami pun jadi sering smsan beberapa hari sampai akhirnya dari perkenalan itu berakhir begitu saja tanpa pernah bertemu. Kesibukan dia sebagai pramugari dan gua sebagai kuli seni membuat takdir kami berjalan. Tapi tidak begitu lama, sampai suatu ketika. Tanpa sengaja, gua menerima sms dari Ilma yang salah sms bahwa dia sedan di semanggi. Karena kebetulan gua juga sedang menuju semanggi. SMS nyasar itu akhirnya menjadi takdir kedua yang menjadi pertemuan kita.

Ilma yang gua lihat saat menjadi pramugari terkesan dewasa dan serius, ternyata saat bertemu bisa juga terlihat lucu. Pada saat itu dia bercerita kalau dia sudah tidak lagi bekerja karena maskapai tempat dia lagi kerja bangkrut dan sedang melamar pekerjaan. Akhirnya dari pertemuan itu kita menjadi saling dekat dan berjanji untuk sering bertemu dalam beberapa kesempatan.

Sampai suatu ketika, kita lagi jalan dan duduk di pantai Ancol sambil menikmati matahari sore. Ilma yang gua pikir terlihat bahagia dengan senyum indahnya ternyata tidak sebahagia senyumnya. Semakin kita mengenal, semakin gua tau betapa rapuh diantara senyum itu. Saat itu dia bertanya sama gua, kenapa gua mau jadi kuli seni? Lalu gua menjawab

“abis aku gak suka kerja kantoran.. kalau mau cari duit gampang ya coba disini dulu. Kebetulan muka aku katanya lumayan buat iklan.. lagian aku males kuliah, jadi bokap Cuma kasih dua pilihan fokus kerja atau kuliah.. ya aku fokus kerja dong..”

“kamu enak ya, gak usah pusingi harus bagaimana dalam hidup kamu.. dibandingin aku.. mau kuliah aja gak bisa. Syukur-syukur bisa lulus SMA tapi sekarang nasib cari kerja aja susah..”

“memangnya kenapa?”

“ aku gak seperti kamu, punya keluarga yang bisa bantu selalu untuk bertahan hidup. Sebaliknya, aku harus bekerja untuk bertahan hidup untuk aku dan keluargaku..”

Gua jadi bingung mengapa dia berkata demikian dan ia pun bercerita tentang masa lalunya.

Ilma kecil lahir dari empat bersaudara. Ia paling kecil diantara ketiga kakaknya. Ibu dan ayahnya bercerai, keduanya sudah menikah kembali. Ilma kemudian diasuh oleh kakak perempuan tertuanya dibantu oleh neneknya. Jadi masa kecilnya dihabiskan dengan didikan nenek dan kakaknya. Kakaknya sendiri bukan orang yang mampu tapi dengan sekuat tenaga ia membantu Ilma sampai lulus sekolah. Karena ilma merasa sudah dewasa akhirnya ia memutuskan mencari pekerjaan. Apapun pernah ia lakukan sampai menjadi SPG sampai menjadi penjual tiket di XXI. Impiannya hanya satu yaitu mengubah kehidupannya lebih baik dan membalas kebaikan mereka yang merawatnya.

Dia bercerita dengan tangis bagaimana kehidupan keluarganya.. gua merasa tidak enak hati membuat dia menangis. Tapi akhirnya gua membuat satu pertanyaan terakhir…

“kok kamu mau jadi pramugari?”

“sejak kecil, aku tuh gak pernah naik pesawat. Mimpi naik pun gak berani.. Itu kan hanya untuk orang mampu.. sedangkan aku orang miskin. Jadi impian kecilku ya pengen naik pesawat. Kebetulan suatu ketika aku denger dari teman kalau ada buka lowongan jadi pramugari.. akhirnya aku coba ngelamar.. dan yang paling membuatku optimis, perusahaan itu membuka lowongan untuk lulusan SMA. Akhirnya aku ngelamar dan diterima..””

“kamu emang gak takut diatas ketinggian..?”Tanya gua.

“Takut sih, tapi mau gimana lagi.. kalau aku kerja jadi kasir penjual tiket seumur hidup juga gak akan bisa mengubah kehidupan aku. Yauda aku hilangin rasa takut aku jadi pramugari, gajinya kan lumayan besar..”

“begitu ya?”

“kenapa kamu takut ya naik pasawat?”

“hehehe. Lumayan sih. Abis serem banget kalau naik pasawat apalagi pas goyang-goyang, jantung kayak mau copot”

“ kalau gitu jantungnya di rem aja pake lakban supaya gak hilang..”katanya yang membuat kami tertawa.

Akhirnya lelucon tadi bisa membuat dia yang tadi menangis bercerita tentang kehidupan masa lalunya tersenyum kembali. Tapi gua jadi paham satu hal tentang dia. Kalau dia bekerja bukan hanya untuk dia sendiri, makanya selama masa pengangguran gini dia sedikit sedih karena banyak orang yang harus dia bantu dalam kehidupan. Dia harus bantu orang tuanya, dia harus bantu keponakannya agar tetap bisa sekolah, dia harus membalas jasa kakaknya dan hal yang paling menyedihkan dia melakukan segalanya tanpa pernah berpikir tentang dirinya sendiri.

Bukannya itu semua tugas orang tua Ilma? Keduanya telah memiliki keluarga dan anak-anak yang harus dibiayain.. hal yang paling sesali ia tidak pernah melihat yang namanya keluarga utuh seperti di sinetron-sinetron walaupun dia sendiri bermimpi kelak semua keluarganya berkumpul bersama dalam sebuah kebahagiaan dan menghapus semua jarak serta hal yang memisahkan mereka.

Kemandirian dan dedikasinya dalam keluarga membuat gua jatuh cinta dan akhirnya menyatakan cinta sama dia. Dia menerima gua dan akhirnya kami jadian setelah hari itu sebagai pasangan kekasih.

Dan gua menyebutnya sebagai takdir ketiga..

***

setelah kami jadian, Ilma mendapat kabar gembira kalau dia di terima kerja di maskapai Riau Airlines dengan gaji yang memuaskan walau harus diluar kota. Gua mengucapkan selamat untuk pekerjaan barunya walau dengan begitu gua jadi tau, pekerjaan itu akan membuat dia semakin jarang bertemu dengan gua. Karena dia selalu pergi dari satu kota ke kota lain. Tapi gua menjalani semua ini dengan suka cita, sebagai kekasih. Kami sama-sama menjalani kehidupan cinta yang indah. Walau hanya bisa bertemu sebulan sekali atau dua kali.

Ilma dengan pekerjaan barunya benar-benar memanfaatkan apa yang ia dapat untuk masa depan dia sendiri. Dia bekerja mati-matian untuk mengambil setiap kesempatan terbang agar bisa mengubah hidupnya. Dia menabung untuk satu hal yang selalu dia katakan ke gua. Karena sejak kecil dia selalu hidup menumpang dari kakaknya yang mengontrak rumah dengan berpindah-pindah, dia pengen banget punya satu tempat untuk selamanya yaitu sebuah rumah untuk dirinya. Akhirnya dia menabung untuk impian dia itu.

Seperti sebuah kisah cinta, gak selalu indah dan baik-baik saja. Kita juga terkadang mengalami keributan kecil dan semua baik-baik saja sampai akhirnya suatu ketika kami terlalu jauh dalam keributan dan putus nyambung akhirnya putus untuk waktu yang lama. Tapi kita sama-sama sadar, bahwa kita saling mencintai dan akhirnya berpisah untuk mencoba intropeksi agar mengerti arti kita di hati masing-masing. Gua fokus pada kariel gua yang sedang naik, begitu pula dengan Ilma dan tanpa sadar kami berpisah oleh waktu. Dalam kesendirian itu, gua jatuh cinta sama seseorang dan menjalin hubungan.

Ilma mendengar hubungan baru gua dan mengucapkan selamat. Gua tau, hatinya pedih dan gua merasa tidak enak hati karena membuat dia terluka. Akhirnya gua memutuskan untuk tidak menghubungi dia sementara waktu, agar dia tidak lebih menderita karena hubungan baru gua. Di hari-hari berikutnya, gua pun mendapat kabar kalau Ilma sudah memiliki kekasih lain. Apa yang gua rasakan adalah rasa perih dan gua baru menyadari betapa bodohnya gua melewatkan dia dalam hidup gua, tapi gua tidak bisa egois dan akhinya menerima takdir kami masing-masing.

Ilma sepertinya sedang dicoba oleh takdir. Riau Airlines kembali mengalami kebangkrutan dan akhirnya dia tidak bekerja. Tapi tidak begitu lama dari kejadian itu ia pindah bekerja ke Mandala Airlines. Artinya dia akan pindah kembali ke Jakarta. Diam-diam pada saat itu, kami berjanji untuk bertemu sebagai sahabat karena masing-masing dari kami punya kekasih. Kami bertemu di sebuah tempat yang pernah jadi tempat terindah kami dulu. Di sebuah pantai.

Saat itulah kami mencoba untuk mengerti mengapa kami menjadi seperti ini dan satu hal yang akan gua ingat selalu tentang kata-kata terakhirnya.

“ kalau kita berjodoh kita akan akan pernah dipisahkan takdir. Dengan siapa pun kamu? pacaran kalau jodohnya kamu adalah aku, maka aku akan jadi takdir kamu..”

“jadi aku harus gimana?”

“kita gak harus gimana-gimana. Kita percaya saja takdir. Untuk sementara, kita gak usah berhubungan.. kamu hapus aku dari bb kamu. Aku juga hapus. Kita berdoa saja.. kalau memang takdir semoga kita kembali bersatu..””

Gua hanya tersenyum. Walau hati ini berharap demikian tapi gua gak akan pernah menolak bilamana itu terjadi. Akhirnya kami memutuskan hal terakhir yang bisa membuat kami saling kontak, Selanjutnya gua serahkan kepada Tuhan. Karena sebenarnya gua dan dia masih saling sayang akan tetapi keadaan membuat kita gak bisa bersama lagi. Yaitu kami sama-sama punya kekasih dan tidak ingin menyakiti siapapun. Setelah itu Ilma fokus pada pekerjaan dan impiannya untuk waktu yang tak pernah terjawab..

**

Setahun kemudian

cinta sepertinya begitu rumit hubungan gua sama kekasih gua saat ini akhirnya berakhir. Gua menjadi seperti dahulu kala, sendiri. Ketika gua sendiri, menjalani hidup gua seperti biasanya. Suatu ketika gua kembali bertemu dengan ilma tak sengaja di bandara. Pada saat itu dia sudah tidak lagi bekerja di Mandala Airlines karena hal yang sama terjadi kembali, maskapai perusahaan dia bangkrut. Sayangnya dia masih bersama kekasihnya, tapi kita menjalin hubungan kembali dan melupakan janji kita untuk tidak saling kontak karena ia sudah bekerja di Jakarta kembali di Sky Avination.

Ilma dan gua sering kontak walau hanya sekedar bertanya kabar. Tapi gua tau, tidak baik untuk menganggu hubungan dia sama kekasihnya saat itu. Jadi dari hari ke hari, ia selalu bercerita banyak hal tentang apa yang terjadi dalam hidupnya dan gua menjad pendengar yang baik bagaikan seorang saudara. Dia menganggap gua adalah orang yang paling layak tau apa-apa saja yang telah ia miliki dengan apa yang ia kerjakan dengan penuh keringat. Gua senang dia bisa mulai mencicil rumah kontrakan yang dia beli dengan susah payah, bahkan dia sudah bisa lebih baik dalam hidup karena pengalaman dia sebagai pramugari senior membuat hidup dia lebih baik, artinya kehidupan keluarganya pun jadi lebih baik.

Sampai suatu malam entah mengapa dia bertanya sama gua.

“bisa gak sih kita kembali kayak dulu, sebagai kekasih, bukan seperti saat ini. Seperti ada jarak diantara kita yang bikin kita tidak bisa seperti dulu..”

“keadaan kita beda.. kamu sudah ada yang punya.. aku gak bisa.. seperti saat ini saja aku sudah bahagia kok.. “

“aku enggak.. aku enggak bahagia.. “

“kamu harus coba bahagia.. kamu pasti bisa..”

Karena tidak ingin merusak hubungan dia sama kekasihnya, akhirnya gua menghilang sesaat dari hidup Ilma. Walau dalam hati gua merasa sedih untuk pergi dari hidup dia, tapi gua harus lakukan semua yang menyakiti hati gua. Gua selalu menghindar dan tak jarang enggak membalas semua pesan yang dia kirimkan ke gua. Walau gua selalu memperhatikan status yang dia buat di Blackberry. Gua juga bilang kalau gua sudah balikan sama mantan supaya dia bisa mengerti walau itu bohong semata.

Suatu malam, gua mengucapkan selamat ulang tahun lewat telepon ke Ilma untuk hari ulang tahunya. Gua senang, gua menjadi orang pertama yang mengucapkan hal itu ke dia. Tapi di telepon terdengar suara tangis darinya.

“kamu nangis ya?”

“Enggak kok.. Cuma senang aja dikasih Tuhan umur yang panjang sampai bisa ngerayain ulang tahun ke 25..”

“ kalau gitu make a wish dong..?” kataku.

Entah mengapa dia berkata sesuatu yang membuat gua terdiam.

“ Aku mau make a wish sama kamu boleh?”

“kok sama aku, sama Tuhan dong? Tapi yauda gapapa.. ngomong aja..”

“ kalau ini uda jadi saat terakhir aku merayakan ulang tahun aku, aku mau kamu tau. Kalau aku bahagia mengenal kamu dan aku titip semua yang aku miliki sama kamu ya.. ” katanya yang membuat aku tersentuh.

“ kok kamu ngomong gitu?”

“karena Cuma kamu yang benar-benar tau bagaimana kehidupan aku, keluarga aku dan semua impian aku.. makanya aku bahagia.. soalnya teman-teman aku bahkan gak ada yang pernah tau semua tentang hidup aku.. karena aku harus jujur, aku malu kalau mereka tau keadaan keluarga aku, Cuma sama kamu aja.. aku jadi berani dan sadar.. bagaimanapun keadaan keluarga aku, mereka itu tetap bagian hidup aku.. ” ceritanya padaku

“aku juga bahagia kok..kamu jangan bikin aku bingung ah.. make a wish kok jadi sedih gini.. ayo dong senyum.. kan senyum kamu itu hadiah terindah dari Tuhan.. nah sekarang kamu mau kado apa dari aku?” Tanya gua..

“ aku gak mau apa-apa aku Cuma mau kamu jangan pernah lupain aku dalam hidup kamu.. bisa?”

“pasti..”kataku pendek.

Dan setelah hari itu, kata-kata itulah kata-kata yang terakhir gua dengar darinya. Suara terakhir yang gua dengar darinya. Gua belum sempat memberikannya kado ulang tahun dan berjanji setelah gua enggak sibuk syuting gua pasti membawakan kado itu untuknya. Jadwal kami yang sama-sama sibuk membuat kami tidak sempat bertemu. Akhirnya gua memutuskan untuk mengantarkan kado itu ke rumahnya. Sebuah parfum yang aku miliki satu dan dia satu. Jadi parfum itu edisi khusus yang gua beli pada saat tidak sengaja pergi ke Singapura. Ilma menerima kado itu dan mengucapkan terima kasih. Dan dia memberitahu kalau dia sudah sendiri.

Sebenarnya pada saat itu gua bisa juga memutuskan untuk menjalin hubungan kembali tapi dia sepertinya lampu hijau yang diberikan Ilma tentang kesendirian tak begitu gua perhatikan karena sibuk dengan pekerjaan gua. Sampai akhirnya dua hari sebelum hari terakhir takdir memisahkan kami. ilma mengatakan pada gua.

“jadi setelah kita sama-sama sendiri.. menurut kamu kalau kita balikan gimana ?”

“kasih aku waktu untuk berpikir.. aku pengen banget kita seperti dulu.. tapi saat ini aku sibuk, aku takut gak bisa membuat kamu bahagia.. kamu mau nunggu aku kan?”

“aku tau kok.. aku akan selalu nunggu kamu.. kapan pun itu.. aku akan selalu nunggu kamu.. kamu kalau kerja ingat kesehatan kamu ya….”

Kata kata itulah hal yang terakhir gua dapatkan darinya sebelum dua hari kemudian disaat gua terbangun dari tidur dan mendapatkan kabar kalau Ilma telah menghilang bersama kejadian pesawat sukhoi dimana ia sedang bekerja. Sebelumnya gua uda punya firasat yang aneh sekali, entah mengapa tiba-tiba blackberry gua mati dan kehilangan semua data gua, saat gua coba back up. Hampir semua foto-foto Ilma dan kontaknya hilang. Gua pun berpikir untuk hubungin dia untuk minta no pin dia akan tetapi nomor dia gak aktif. Sampai akhirnya gua baru sadar kenapa dia gak bisa dihubungi, yaitu ketika tau dari teman-teman kalau Ilma adalah salah satu penumpang di pesawat sukhoi naas itu.

Hati gua hancur, perih dan sedih. Segera gua mencari tau keberadaan Ilma di bandara halim dimana sudah ratusan orang keluarga yang hilang bersamaan dengan pesawat sukhoi berkumpul. Pertama dalam hidup gua, akhirnya gua benar-benar melihat keluarga Ilma berkumpul disana. Ayah, ibu, nenek kakak dan keponakan-keponakannya menunggu dengan cemas. Kita berharap Ilma masih hidup dan berdoa kepada Tuhan, karena seumur hidup hanya saat inilah dia bisa melihat semuanya berkumpul dan tentu dia akan bahagia ketika ia selamat nanti melihat senyum kebahagiaan mereka menyambut Ilma.

Akan tetapi harapan dan cahaya bahwa tidak terjadi apa-apa dengan pesawat sirna seketika, Tuhan berkehendak lain, pesawat sukhoi ditemukan dan semua penumpang dinyatakan meninggal. Saat itulah gua menangis, menangis karena kehilangan orang yang pernah ada dan mencintai gua dengan tulus. Penyesalan terberat yang tak bisa gua bayangkan adalah mengapa pada saat terakhir dia memberikan sinyal untuk bersatu tetapi gua malah menunda itu terjadi.

Ilma sepanjang hidupnya ingin sekali keluarganya yang tercerai belai bersatu. Akhirnya pada hari dimana dia telah tiada, seluruh keluarganya berkumpul. Tetapi sayangnya mereka berkumpul untuk hal yang tidak ia tentu harapkan.. yaitu saat mereka harus menangis untuk kepergiaannya. Gua harus mengucapkan rasa bangga atas apa yang dia harapkan dalam hidup benar-benar terjadi. Dia selalu berkata sama gua, impiannya pada suatu ketika hanya ingin membuat keluarganya bahagia. Memberikan tempat yang layak untuk kakaknya, membuat orang tuanya bahagia untuk itulah dia mengambil pekerjaan yang paling beresiko sekalipun.

Semua telah ia lakukan, hutang-hutang budi kehidupan yang telah terbalas dalam kehidupan akhirnya nyata. Sebagai tulang punggung keluarga yang bekerja mati-matian tentu keluarga akan kesulitan ketika ia pergi, berkat adanya hibah dari Pemerintah Rusia atas bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan, Ilma masih bisa melakukan sesuatu yang besar di akhir hidupnya, itulah hal terakhir yang bisa ia lakukan untuk membahagian kelurganya walau harus dengan sebuah hal yang tidak diharapkan oleh siapapun.

Ilma kini telah pergi dengan senyum terakhirnya, mungkin sejak kecil ia emang gak pernah mengerti mengapa dia harus terlahir ke dunia ini bilamana ia harus berjuang dari kehidupan yang ia jalanin dengan susah payah hanya untuk membahagiakan orang lain sampai akhir hidupnya. Keluarganya mungkin tidak seindah yang ia harapkan seperti dalam sinetron-sinetron tapi janjinya untuk membuat keluarga bahagianya sampai titik darah penghabisan masih bisa ia lakukan walau kini ia telah pergi untuk selamanya..

Seperti yang ia minta sama gua, jangan pernah ngelupain dia.. hal yang tidak akan gua lupain dengan cara menulis kisah ini agar semua orang tau..

Bahwa ada senyum terakhir yang begitu indah dibalik kepergiannya kepada mereka yang ia tinggalkan termasuk gua..

Catatan : suatu malam seminggu setelah dia meninggal, gua bermimpi bertemu dengan Ilma, dia membicarakan satu hal yang gua gak pahami lewat pesan yang aneh

“ semua kontrakan aku tolong kasih ke kakak aku, tapi rumah aku yang diatas langit jangan dijual ya.. karena itu tempat impian aku.. tepat di tempat pertama kita bertemu.. disana kamu jaga ya.. terima kasih Anes.. “

Ilma emang punya rumah kontrakan yang dia beli dengan susah payah tanpa diketahui oleh saudaranya, akhirnya gua memberi tahu keluarga tentang kontrakan itu untuk diserahkan. Tapi rumah diatas langit, itulah yang membuat gua bingung sampai akhirnya gua memandang langit di sekitar semanggi tempat pertama kali bertemu. Dari situlah gua paham.. rumah diatas langit yang dia maksud adalah sebuah apartement..

Beberapa bulan sebelum dia meninggal, dia sempat mencicil apartement itu. Gua pun menghubungi pihak pengembang apartement, memang benar Ilma memiliki unit disana. Gua memutuskan untuk melanjutkan cicilan apartement itu. Sisa daripada cicilan sebelumnya gua berikan kepada kakaknya, gua berharap tempat itu menjadi tempat dimana kelak gua bisa mengenang dia sebagai bagian hidup, melihat senyum dia seperti pertama kali gua mengenalnya di atas langit-langit bumi.

Selamat Tinggal Ilma. Beristirahatlah dengan Tenang

Terima kasih atas senyum terindahmu karena dengan itulah aku mengerti bahwa tak ada yang lebih baik dari hidup selain saat-saat aku mengenal dan mencintaimu..

"Dan pada akhirnya, kepergian seseorang mungkin menyakitkan akan tetapi akan selalu menjadi pelajaran bahwa kehilangan adalah jalan terakhir untuk membuat kita mengerti betapa berartinya seseorang di dalam hidup kita."

Sebuah kisah senyum terakhir yang merupakan kisah nyata  dari kisah cinta dua orang yang berbeda yang disatukan dengan cara yang baik, dan di akhiri pula dengan kebaikan, semoga semua bisa mengambil hikmah dari kisah yang sangat mengharukan ini.



Terjepit di Antara Dua Daging

Saya harus tuntas dengan masalah kedagingan saya, kata seorang pengacara kondang, ketika ditanya  soal kiat menghindari jebakan kenikmatan, yang senantiasa siap merobek setiap inci pertahanan diri. Kedagingan yang dimaksud pengacara tadi, segala godaan duniawi yang terus menggedor hawa nafsu. Entah berupa kekuasaan, tumpukan harta hingga para perempuan pereda gejolak syahwat.
Si pengacara – sebut saja namanya Panji – tidak menampik dunia yang digelutinya penuh dengan perangkap kenikmatan, yang bila tidak disikapi dengan bijak akan membawa petaka. Menurut Panji, ia pernah disodori uang, dari ratusan hingga miliaran rupiah, agar ia mengurungkan niatnya membela sebuah perkara pelanggaran HAM berat yang melibatkan seorang pejabat negara. Ia juga pernah dikasih mobil Mercy seri mutakhir. Di lain waktu, ia bahkan pernah ditawari teman tidur seorang perempuan cantik. Semacam gratifikasi seks.

Saya mengenal Panji semasa kuliah dulu. Kami sama-sama aktivis mahasiswa. Saya menjadi aktivis di sebuah komunitas yang penuh dengan wacana high politics, yang selalu menabur mimpi di atas angin. Saya harus menjadi pejabat negara atau anggota dewan di Senayan, begitu kerap saya menimbun mimpi. Sementara Panji justru memilih bergumul dengan dunia orang kecil, orang-orang terpinggirkan, yang suaranya terdengar sayup di tengah kebisingan kota dan keriuhan lalu lintas kata di pusat keramaian kekuasaan.

Dalam setiap perjumpaan kami, ia begitu getol membela orang-orang kecil, yang hak-haknya dirampas negara. Di tengah kami, Panji memang dikenal sebagai juru bicara komunitas kaum marginal yang gagap dan gugup menyuarakan keinginan di bawah gertakan wajah kekuasaan yang beringas. Sementara saya sendiri terus menerus merajut mimpi-mimpi indah membangun dunia borjuasi. Meski hingga kini mimpi saya tetap saja tak bertepi kenyataan.

Dunia orang kecil ini pula yang dipilih Panji selepas kuliah. Ia bergabung di YLBHI, sebuah lembaga hukum di Jakarta yang membela hak-hak orang kecil, yang tak mampu membayar pengacara bertarif tinggi. Seiringan dengan perjalanan waktu, Panji tampil sebagai pengacara kasus pelanggaran HAM yang disegani. Ia membela kasus-kasus HAM berat dari Aceh, Timtim hingga Papua. Bahkan, kasus terorisme pun pernah dibelanya. Saya membela hak, bukan perbuatannya, kata Panji, suatu ketika, menangkis gugatan saya.

Hingga kini Panji mampu menepis setiap godaan kedagingan. Terakhir kali saya bertemu ia masih mengendarai mobil Ferosa kusam. Entah kapan dibelinya. Mungkin juga mobil bekas. Maklum Panji seorang  pengacara yang membela kasus-kasus besar, namun kering uang. Orang kecil, itu passion saya, ujar Panji seolah mau menegaskan kembali komitmen semasa mahasiswa dulu.

Berbeda dengan Panji, para selebritas politik kita saat ini ternyata banyak yang tak  mampu membendung serbuan kedagingan. Keinginan untuk punya rumah mentereng di kawasan elite, tabungan miliaran rupiah, merasakan empuknya Ferrari, makan malam di hotel bintang lima, pelesiran ke mancanegara, mengencani perempuan cantik, dan masih banyak lagi kemewahan lain terus menerus menggoda pikiran. Walhasil, banyak politisi kita yang terbelit kasus korupsi. Tak susah mencari contoh politisi yang tergoda rayuan kedagingan. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin semisal. Ia mendekam dalam penjara, karena terlibat korupsi  di sejumlah proyek. Rekan separtai Nazaruddin, Angelina Sondakh pun demikian. Wakil Sekjen Partai Demokrat itu divonis 4,5 tahun penjara, karena ia mengorupsi puluhan miliar rupiah dari sejumlah proyek di beberapa kementerian.

Contoh lain, politikus PAN Wa Ode Nurhayati. Semula Wa Ode mengesankan diri sebagai whistle blower, peniup peluit yang memberi sinyal adanya praktik kotor di Banggar DPR. Namun di Pengadilan Tipikor majelis hakim membuktikan Wa Ode bukan seorang malaikat pembawa suara kebenaran dari surga. Karena itu, Wa Ode pun diganjar hukuman penjara. Sebelum Wa Ode, politikus dari PKS Muhammad Misbakhun juga tersandung kenikmatan kedagingan. Ia pun merasakan hidup di balik jeruji besi.

Persoalan kedagingan juga menyelusup masuk ke markas partai dakwah, PKS. Senin (4/2) jelang tengah malam publik di Tanah Air dikejutkan dengan kabar penangkapan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq oleh penyidik KPK. Luthfi ditangkap, karena diduga menerima suap impor daging sapi dari PT Indoguna Utama. Tak tanggung-tanggung, Luthfi akan mendapat jatah suap sebesar Rp 40 miliar.

Sebetulnya, jauh sebelum kasus ini merebak di tengah masyarakat, salah satu pendiri PKS Yusuf Supendi sudah bersuara lantang. Pada Maret tahun lalu Supendi menuding Ketua Dewan Syuro PKS Hilmi Aminudin, Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, dan Sekjen PKS Anis Matta terlibat korupsi. Karena itu, ia berharap mereka menghentikan praktik kotor yang dapat menghancurkan PKS itu. Namun tudingan Supendi justru diredam dengan tindakan pemecatan. Suara kebenaran Supendi langsung digilas arogansi kekuasaan. Boleh jadi, Luthfi kini menyesal. Andai ia mendengar suara kebenaran Ustad Supendi, niscaya ia tidak akan terjepit di antara dua daging, daging sapi dan daging lainnya.

Sumber : Nono  Ratamila

Cerita Koplak

Tanda Penting Kolam Renang

Seorang wanita baru saja keluar dari kolam renang dengan bikini begitu seksi. Tiba-tiba beberapa pengunjung bersuit-suit ria nan genit. Wanita itu pun terheran-heran, kenapa juga pakai bikini saja digoda-goda. Tapi saat ia melihat ke bagian bawah tubuhnya, ia terkejut setengah mati setelah tahu tali celana bikininya putus dan merosot jauh dari letak sebelumnya. Dengan tergesa-gesa wanita itu asal saja mengambil papan untuk sekadar menutup bagian vitalnya itu. Lho, tapi kok, para pengunjung kolam renang malah makin berteriak-teriak? Apakah ada hal lain yang terbuka? Ah, saat wanita itu kembali melihat ke bagian bawah tubuhnya, ternyata di papan tersebut bertuliskan: “Pintu masuk khusus pria”. Dengan cepat wanita itu membuang papan tadi dan mengambil papan lain yang ia harap lebih aman. Tetapi pengunjung lain tetap saja tertawa keras. Setelah dilihat lagi, si wanita mendapatkan tulisan: “Dewasa Rp 50.000, Rombongan Rp 30.000”. Si wanita makin panik dan segera mencomot papan lain. Dan tertawa pengunjung semakin riuh. Bahkan tidak hanya datang dari para pria muda, tapi juga opa-opa peot yang tampak sedang berjemur. Dan kali ini papan itu bertertuliskan: “Daerah berbahaya, kedalaman hingga 2 meter. Anak-anak dilarang masuk!”.

Di Halte Bus

Di suatu sore, seorang penjaga keamanan di sebuah halte bus dengan panik melihat seorang wanita dengan busana yang begitu mencolok. Hanya sebelah dadanya yang tertutupi pakaian, sedangkan yang lain terbuka tanpa pelindung sama sekali. Berniat ingin menangkap dan membawanya ke pos keamanan terdekat, petugas keamanan tersebut bertanya baik-baik kepada sang wanita. "Selamat sore, Ibu. Ibu saya tangkap karena berbuat asusila di depan publik." Wanita tersebut kaget dan hendak menampar pipi petugas keamanan itu. "Bapak jangan kurang ajar ya, apa yang saya timbulkan hingga saya dituduh berbuat asusila?"
Sang petugas keamanan mencoba menjelaskannya perlahan, "Sebelumnya saya meminta maaf lagi. Tapi maaf, dada Ibu sebelah lagi tidak tertutup sehelai benang pun." Panik, sang wanita malah berteriak, "Ya Tuhan! Pasti anakku ketinggalan di bus saat tengah menyusui!"

Umur Istri

Seorang suami baru saja membeli mobil baru untuk dirinya. Namun sang istri selalu ingin mengendarai mobil tersebut. Sang suami khawatir jika istrinya malah merusak body mobil yang sangat mulus itu. Setelah seminggu berlalu, sang suami akhirnya mempersilahkan sang istri untuk mengendarainya. Pertama-tama sang istri tahu cara menyalakan mobil dengan benar. Tapi benar saja, baru berjalan sekitar seratus meter, sang istri sudah menabrakkan mobil ke trotoar di pinggir jalan. “Untung tidak ada bagian mobil yang lecet,” ujar sang suami. Sang suami mencoba menasehati istrinya yang bawel. Tapi sudah puluhan ancaman dia terima, dari mulai tidak akan diberi makan hingga tidak berhubungan seks selama enam bulan. Mobil mulai berjalan lagi, tapi lagi-lagi hampir menabrak sesuatu. Kali ini yang hampir menjadi korban adalah anak kecil yang ingin menyebrang. Sang suami langsung saja menggumam, “Ya, terserah kamu kalau masih ngeyel ingin menyetir. Jangan salahkan aku kalau nanti obituari tentang dirimu yang muncul di koran akan menguak umurmu yang sebenarnya ke teman-teman arisanmu.”

Bertemu Mertua

Siapapun dia, entah bertampang kutu buku, atau gahar dengan badan besar serta rambut gondrong, seperti saya, bila bertemu ibu calon mertua pertama kali pasti akan bersikap santun, manggut-manggut, lalu meluluskan segala apa yang diminta si ibu. Termasuk menghabiskan hidangan yang telah dibuat olehnya. Itu terjadi pada saya tahun lalu ketika diajak pacar saya ke rumahnya untuk bertemu ibunya. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu siang, di mana sang ibu sedang membuat makanan dan rujak. Saya tiba di rumahnya sekitar pukul 12.00 siang. Karena belum lapar, maka tawaran makan siang saya tolak halus. Setelah berbincang-bincang hangat, pada pukul 13.00, si ibu kembali menawarkan hidangan yang kali ini berupa rujak dari belimbing sayur dengan kuah melimpah. Mau nolak pasti sulit. Padahal perut saya sudah mulai keroncongan, yang artinya tidak mungkin melahap rujak dengan perut kosong. Okelah, saya cicipi sedikit. Glek! Rasanya begitu asam sekali. Namun si ibu terus menyemangati saya untuk menghabiskannya. Setengah piring, lama-lama akhirnya habis juga rujak belimbing itu. Namun perut saya menjadi begitu panas tidak tertahankan. Kemudian saya bersama pacar saya pun pergi bersama. Sayangnya, di dalam mobil kondisi perut saya terus menjadi. Panas terbakar, terputar-putar, meledak-ledak. Saya ibarat monster gondrong yang merintih-rintih. Saya mengendarai mobil sambil meringis dan membungkuk. Mungkin mobil-mobil sebelah saya akan bingung melihatnya. Sayangnya pacar saya malah tertawa lebar melihat kondisi saya. Dan tragedi ini berakhir di toilet sebuah stasiun bbm.

Nempel Di Kumis

Dua ekor kutu yang bersahabat karib sudah lama terpisah oleh jarak dan waktu. Kutu A tinggal di Surabaya dan kutu B jauh di Bandung. Karena ada suatu keperluan, kutu A dan B bertemu di ibu kota Jakarta.
Kutu B: “Sudah lama kita tidak bersua. Btw, kamu ke sini naik apa?”
Kutu A: “Pesawat, dong!” (Supaya kutu B percaya, dengan sombong ia memperlihatkan aksi menggigil) “Saya nemplok di kumis pilot. AC di cockpit dingin sekali. Saya jadi kedinginan, nih.”
Kutu B merasa tidak mau kalah. Ia berkata kalau dahulu ia juga sering naik pesawat. Kutu B pun memberi saran, “Lain kali, jangan milih nemplok di kumis. Tapi pilih di pramugari saja. Kamu masuk dalam rok, lalu merayap ke atasnya. Di situ ada tempat yang anget, lho!
Selang lima hari, kutu A dan B kembali saling bersua. Tapi kutu A mengaku masih saja mengeluh kedinginan.
Kutu B: “Kamu tidak ikuti saran saya, ya? Kok masih saja menggigil kedinginan seperti itu?”
Kutu A: “Sumpah, saya sudah menjalankan saran kamu. Saat di pesawat, saya masuk ke dalam rok pramugari, dan memang benar anget sekali. Saking angetnya, sampai-sampai saya tertidur. Tapi, eh, bangun-bangun saya sudah berada di kumis si pilot lagi.”

Amarah Bikers Camer

Meski pacar saya cantik bukan kepalang, namun ia memiliki ayah super galak, ditakuti seluruh orang, dan dihormati preman ujung gang. Maklum, beliau petinggi LSM. Bagi saya ini adalah tantangan. Hari pertama wakuncar suasana pun kondusif. Saya bisa mengenalkan diri secara baik. Ayah pacar saya itu juga menyambut begitu terbuka dan hangat. Malah kesan gahar jauh darinya. Beliau sangat baik dan humoris. Hingga di hari Sabtu sore, saya akan ke rumah pacar dan melewati jalan yang padat semrawut. Sebagai biker, emosi saya benar-benar teruji. Saat menjelang pasar, saya melihat ayah pacar saya mengendarai motor. Secepat kilat saya kejar dengan maksud menegurnya. Saat posisi sudah saling berdekatan, macet menghadang kami. Lalu tiba-tiba, “Brak!” Bagian depan motor saya menabrak buntut motor ayah pacar saya. Dalam sekejab ia menoleh. Saya mencoba tersenyum, tapi lupa kalau masih pakai helm full face dan sarung penutup muka. Sehingga saya benar-benar tidak dikenali. Di luar dugaan, kondisi tadi menyulut emosinya. Tiba-tiba ia menghardik saya, menunjuk-nunjuk, lalu turun dari motor dengan emosi besar. Semua orang yang melihat kejadian segera melerai. Saya yang belum sempat membuka helm dan memberi tahu saya ini siapa sudah didorong-dorong olehnya. Beberapa orang menyuruh saya untuk pergi saja. Akhirnya saya menghindari beliau, dan tidak jadi ke rumahnya. Kejadian ini tidak hanya berimbas pada helm dan jaket yang saya ganti, tapi juga saya sampai menjual motor saya dan membeli yang lain agar ayahnya tidak mengenali siapa yang ia hardik di pasar waktu itu.

Kisah Lilin Kecil

Ada sebuah kisah tentang sebatang lilin kecil yang dibawa oleh seorang pria menaiki tangga yang cukup tinggi, menuju ke sebuah menara mercusuar. Dalam perjalan mereka terjadilah dialog antara si lilin kecil dengan petugas mercusuar itu.

Si lilin kecil itu bertanya ,”Kita hendak kemana?”. “Kita akan naik lebih tinggi dan memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar yang berada di tengah lautan luas, supaya mereka tidak tersesat dan salah arah.”jawab petugas mercusuar itu. “Apaaaa…..apa tidak salah???. Mana mungkin aku yang kecil ini bisa memberi petunjuk kepada kapal-kapal besar. Apalagi dengan cahayaku yang hanyak kerlap-kerlip ini pasti tidak dapat mereka lihat dari kejauhan,’ sahut si lilin kecil. “Itu bukan urusanmu wahai lilin kecil. Jika nyalamu memang kecil biarlah. Yang terpenting harus engkau lakukan adalah bagaimana caranya agar engkau tetap menyala, dan urusan selanjutnya adalah menjadi tugas dan tanggung jawabku,” jawab petugas mercusuar.

Dan ketika sampai di menara mercusuar, petugas mercusuar itu meletakkan lilin kecil yang dibawanya serta memasang sebuah alat berupa cermin reflector, yang berfungsi untuk memantulkan cahaya lilin sehingga bisa terlihat sampai di kejauhan.

Pada akhirnya si lilin kecil tersebut dapat memahami akan tugasnya,”yaaaa…tugasku hanyalah menjaga agar aku tetap menyala….dan menyala sampai habis…ternyata di tangan petugas mercusuar itu meskipun berupa sebatang lilin kecil ternyata aku dapat bermanfaat bagi orang lain….”
Hidup kita bagaikan sebatang lilin kecil. Tanpa Tuhan, hidup kita tidak akan berarti. Namun, bila kita rela digenggam dan dipakai oleh Tuhan, maka hidup kita akan sangat berarti dan berguna bagi sesama.

Semua kemampuan dan keahlian kita hanya akan tetap seperti nyala lilin kecil jika kita tidak menaruh hidup kita dalam tangan Allah. Hanya Allah yang sanggup menjadikan yang kecil menjadi besar, asalkan kita mau dipakai menjadi alatNya.

"But even an ordinary secretary or a housewife or a teenager can, within their own small ways, turn on a small light in a dark room"

Tika, Gadis Manis yang Meninggal Karena Jadi Perokok Pasif

Jakarta, 'Bagi para ortu perokok, aku mohon banget supaya ngerokok sejauuuh mungkin dari anaknya walau sampai anak dewasa supaya jauh dari kemungkinan terkena flek paru'.

Begitulah tulisan Noor Atika Hasanah dalam statusnya di Facebook dan Twitter, tiga hari sebelum kematiannya yang mengagetkan rekan-rekannya di jejaring sosial.

Bagaimana teman-temannya tidak kaget, karena 10 jam yang lalu, perempuan kelahiran 8 November 1982 itu masih sempat membuat status di Twitter dan Facebook.

Dalam status Facebook dan akun Twitternya @tikuyuz, perempuan yang oleh teman-temannya disapa Tika ini menulis status terakhirnya, bahwa ia sudah satu malam berada di RS Sulianti Saroso Sunter dan sedang menunggu hasil infeksinya.

Namun tiba-tiba pada Kamis 30 Desember 2010 pukul 14.00 WIB, dikabarkan perempuan manis tersebut telah meninggal dunia.

Tika adalah salah satu korban yang meninggal akibat perokok pasif. Dalam status-statusnya Tika menegaskan dia tidak merokok tapi dia adalah korban dari asap si perokok.

Dia menulis dirinya terkena flek paru dan divonis dokter menderita Bronchopneumonia Duplex. Meski sudah divonis menderita penyakit paru parah, dia mengaku tidak menyerah dengan penyakit ini.

"Well, hello Bronchopneumonia Duplex! I'm not afraid of you :))," kata Tika dalam status Twitternya pada 24 Desember 2010.

Akibat penyakitnya ini Tika mengaku berat badannya melorot hingga 35 Kg padahal normal berat badannya 42 Kg. Penyakit ini telah membuatnya sering mengalami sesak napas, batuk keras dan pilek.

Kematian Tika kembali menyadarkan orang betapa bahayanya efek merokok walaupun kita bukan perokok. Sudah tak terhitung berapa banyak korban sakit paru-paru dari orang yang bukan perokok. Terperangkap dalam lingkaran para perokok, membuat si perokok pasif punya potensi 30 persen terkena penyakit mematikan mulai dari flek paru hingga kanker paru-paru.

Perokok pasif biasanya menghirup asap yang berasal dari pembakaran rokok dan juga asap yang dikeluarkan oleh seorang perokok aktif. Menjadi perokok pasif sebenarnya tanpa disadari telah membuat seseoran menjadi perokok. Biasanya perokok pasif ini berada di rumah, mobil, tempat kerja dan tempat-tempat umum lainnya seperti bar.

Untuk melihat seberapa besar perokok pasif terpapar asap rokok dapat diuji dengan mengukur kadar nikotin, cotinine dan karbon monoksida dalam darah, air liur atau urinnya. Cotinine ini adalah suatu hasil produk metabolisme nikotin dalam tubuh.

Didapatkan lebih dari 4.000 zat kimia yang terdapat dalam asap rokok. Sedikitnya 250 zat berbahaya dan 50 diantaranya menyebabkan kanker terkandung dalam sebatang rokok.

Zat kimia tersebut seperti arsenik (logam berat beracun), benzene (bahan kimia dalam bensin), beryllium (logam beracun), kadmium (logam yang digunakan untuk baterai), etilen oksida (bahan kimia untuk mensterilkan alat medis), vinil klorida (zat toksik untuk membuat plastik) dan zat lainnya.

Dilansir dari National Cancer Institute, badan internasional untuk penelitian kanker (IARC) telah mengklasifikasikan asap rokok pada manusia sebagai karsinogen (zat penyebab kanker). Karenanya orang yang tidak merokok tapi sering menghirup asap rokok juga memiliki kemungkinan terkena kanker paru.

Diperkirakan orang yang menjadi perokok pasif berpeluang terkena kanker paru-paru 20 sampai 30 persen. Tapi jika perokok pasif tersebut tinggal bersama dengan seorang perokok aktif maka peluangnya menjadi lebih besar. Karena ada kemungkinan orang tersebut terpapar asap rokok setiap harinya, sehingga akumulasi dari zat-zat kimia tersebut semakin besar.

Beberapa penelitian lain menunjukkan asap rokok tak hanya menimbulkan kanker paru-paru saja, tapi juga kanker payudara, kanker rongga sinus hidung, leukimia, limfoma dan tumor otak pada anak-anak. Tapi masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk hubungannya dengan kanker-kanker ini.

Paparan dari asap rokok ini bisa mengiritasi saluran udara dan memiliki efek bahaya langsung terhadap jantung dan pembuluh darah. Di Amerika Serikat sendiri perokok pasif telah menyebabkan penyakit jantung sebesar 46.000 setiap tahunnya.



img
Noor Atika Hasanah



Jika Anda seorang perokok pasif dan tidak ingin terkena kanker paru-paru, sebaiknya hindari tempat-tempat yang memiliki asap rokok serta cobalah untuk tidak terlalu dekat dengan perokok. Selain itu, perbanyak makanan yang mengandung antioksidan dan terapkan pola hidup sehat.

Sumber : www.detikhealth.com

Visitor